Teknologi memiliki peran ganda dalam kehidupan keluarga modern — di satu sisi dapat memperkuat, namun di sisi lain juga berpotensi melemahkan ketahanan keluarga.
Dari sisi positif, teknologi dapat menjadi sarana yang mempererat hubungan antaranggota keluarga. Misalnya, dengan adanya media komunikasi seperti WhatsApp, video call, atau media sosial, anggota keluarga yang berjauhan tetap dapat saling berinteraksi dan menjaga kedekatan emosional. Selain itu, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan keluarga, seperti akses ke materi pembelajaran, parenting online, atau aplikasi e-learning yang membantu orang tua dan anak berkembang bersama. Dengan pemanfaatan yang bijak, teknologi dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kolaborasi dalam keluarga.
Namun di sisi negatif, penggunaan teknologi yang berlebihan atau tidak terarah dapat melemahkan interaksi sosial langsung antaranggota keluarga. Ketergantungan terhadap gawai, media sosial, dan hiburan digital sering kali mengurangi waktu berkualitas bersama keluarga (family time), menyebabkan komunikasi tatap muka menurun, serta menimbulkan jarak emosional. Selain itu, paparan konten negatif di internet juga dapat memengaruhi nilai moral dan perilaku anggota keluarga, terutama anak-anak dan remaja.
Oleh karena itu, keseimbangan menjadi kunci. Keluarga perlu memiliki literasi digital, kesadaran, dan aturan bersama dalam menggunakan teknologi agar manfaatnya dapat memperkuat ketahanan keluarga — bukan sebaliknya melemahkannya.